Cibinong, 20 Maret 2025 – Bulan suci Ramadan menjadi momen istimewa bagi para guru dan staf MTs Negeri 3 Bogor untuk memperdalam pemahaman agama dan memperkuat spiritualitas. Dalam rangka menyemarakkan bulan penuh berkah ini, madrasah menggelar kajian keislaman yang berlangsung dari 10 Maret 2025 hingga 20 Maret 2025. Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber dengan pembahasan mendalam seputar Al-Qur’an, ibadah, dan keutamaan Ramadan.

Kajian Ramadan resmi dibuka pada 10 Maret 2025 dengan sambutan dari Kepala Madrasah, Bapak Miman Hilmansyah Misbah, SE, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya meneladani sifat para nabi dalam kehidupan sehari-hari. Kisah kesabaran Nabi Nuh, keberanian Nabi Musa, dan kelembutan Nabi Muhammad menjadi inspirasi dalam menghadapi berbagai ujian hidup.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan shalawat oleh Ustadz Jayadi, menciptakan suasana penuh kekhusyukan. Selanjutnya penyampaian materi dari Ustadz Ujih yang membahas dasar-dasar puasa. Beliau menjelaskan bahwa syarat wajib puasa ada tiga, yaitu: Islam, Baligh, dan Berakal.

Beliau juga mengupas makna puasa berdasarkan dua sudut pandang. Secara bahasa, ashaumu berarti menahan diri dari sesuatu (al-imsaku min al-syai), sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Maryam: 26:

"Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan yang Maha Pengasih."

Ayat ini menjelaskan bahwa Siti Maryam pernah bernazar untuk melaksanakan puasa sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT.

Sementara itu, secara syariat, puasa berarti menahan diri secara khusus dari sesuatu yang khusus pada waktu yang khusus dengan syarat-syarat tertentu. Kewajiban puasa telah ditetapkan dalam Al-Qur'an, Sunnah, dan ijma' para ulama.

Pada hari kedua, Selasa 11 Maret 2025 Kajian dilanjutkan oleh penceramah Ustadz Tri Mujiono yang sebelumnya telah diawali pembacaan shalawat oleh Ustadzah Ismiati. Pada kesempatan kali ini ustad Tru membahas tentang kemuliaan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan sumber peradaban Islam. Mengutip Surat Ar-Rahman, beliau menegaskan bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan Al-Qur’an akan mendapatkan kemuliaan di dunia maupun di akhirat.

Pada 12 Maret 2025, Ustadz Dudi Almunadi membahas pentingnya shalat sebagai amalan pertama yang dihisab di akhirat serta keutamaan wudhu yang tidak hanya menyucikan fisik, tetapi juga membersihkan hati.

Tanggal 13 Maret 2025, Ustadz Jamiluddin mengupas hal-hal yang membatalkan puasa, termasuk konsekuensi jima’ di siang hari yang mengharuskan qadha dan kafarat berupa puasa 60 hari berturut-turut atau memberi makan 60 orang miskin.

Pada 17 Maret 2025, Ustadzah Hj. Fatimah menekankan bahwa puasa tidak sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga mengendalikan hawa nafsu serta menjauhi maksiat.

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar menjadi topik utama pada 18 Maret 2025. Ustadz Iqbal menjelaskan bahwa malam yang lebih baik dari seribu bulan ini adalah kesempatan bagi setiap Muslim untuk meraih ampunan Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadis Shahih Bukhari Muslim dalam kitab Riyadhus Sholihin.

Pada 19 Maret 2025, Ustadz Musyik Fauzi membahas larangan-larangan dalam Ramadan serta manfaat puasa bagi kehidupan. Selain sebagai ibadah yang menumbuhkan ketakwaan, puasa juga berfungsi menekan syahwat, membiasakan sedekah, serta menyehatkan tubuh melalui detoksifikasi alami.

Kajian Ramadan ini ditutup pada Kamis, 20 Maret 2025, bersamaan dengan penyaluran zakat, infaq, dan shodaqoh warga MTs Negeri 3 Bogor yang disampaikan oleh ustadzah Rohani, selaku ketua UpZiswa MTs Negeri 3 Bogor. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian madrasah terhadap masyarakat sekitar serta wujud nyata implementasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Bukan sekadar ritual, Ramadan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga dengan kegiatan ini, seluruh guru dan staf madrasah semakin termotivasi untuk menjadi insan yang lebih baik serta mampu menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.(SS)